Harga vs Nilai
Jika kita akan memulai untuk berbisnis, tentunya banyak hal yang harus diperhitungkan. Salah satunya berapakah harga yang layak untuk barang atau jasa yang kita produksi. Kadangkala kita mesti survey terhadap harga pesaing yang produknya sejenis disamping kitapun harus menghitung besarnya biaya yang kita keluarkan untuk menghasilkan produk kita tersebut.
Terkadang kita bingung sendiri karena hasil survey menunjukan bahwa pesaing memasang harga yang cukup rendah atau dengan kata lain kita tidak mungkin untuk memasang harga dibawah mereka dengan alasan biaya yang dikeluarkan tidak terbayarkan. Belum lagi kalau di mata konsumen, yang dicarinya adalah harga yang semurah-murahnya dengan kualitas yang sebagus-bagusnya.
Namun kita tidak harus pusing memikirkan jebakan harga yang tidak ada ujungnya. Karena jika kita larut ke masalah harga pada akhirnya kita tidak akan bisa memulai untuk berbisnis. Karena dirundung ketakutan jikalau produk kita tidak laku di pasaran. Disinilah kita harus mulai teliti terhadap produk kita sendiri. Seperti, kenapa produk kita tidak dapat menyaingi harga pesaing, apakah proses produksi yang tidak efektif, dsb.
Disinilah pentingnya kita memberikan sebuah nilai lebih yang ditawarkan oleh produk kita ini. Misal, jika kita memproduksi makanan yang tanpa pengawet, ramah lingkungan, tahan lama, memiliki nilai artistik ataupun kegunaan dan manfaat lainnya yang tidak dimiliki oleh pesaing. Sehingga pada akhirnya produk kita berbeda dengan pesaing sejenis. Dengan demikian konsumen akan sadar bahwa harga bukan jaminan jika dibandingkan nilai produk yang didapatnya.
Jika konsumen telah sadar akan nilai dari produk kita, mereka akan loyal. Yang pada akhirnya harga bukan masalah asalkan konsumen puas dengan nilai yang didapatnya. Sebagai contoh produsen merek mobil terkenal Volvo. Produsen tersebut sangat jelas memposisikan produknya sebagai “mobil kuat yang dikhususkan bagi mereka yang peduli akan keselamatan”. Padahal jika kita lihat, Volvo bukan produk mobil murah, banyak mobil sejenis yang lebih murah dari Volvo. Tapi dimata para penggemarnya, Volvo adalah sebuah mobil dambaan dan mereka enggan untuk berpindah ke merek lain.
Maka carilah sebuah nilai diantara celah-celah bisnis yang ada. Banyak sekali nilai yang bisa kita gali supaya produk kita berbeda dari yang lainnya. Sehingga harga bukan prioritas utama. Seperti “kuat dan keselamatan” itulah nilai lebih yang dipakai Volvo, dan terbukti Volvo laku di pasaran.

I smell desperation hehehe….
Mas url nya ga kepanjangan apa? repot euy ngetikna + sok poho :p
Bah pake moderasi pula???
approve donk komen nya!!!
hhahahaaa you know lah… :p