Budget Pesta Pernikahan

Setiap pasangan yang akan melakukan sebuah pesta pernikahan biasanya jauh-jauh hari melakukan berbagai persiapan, salah satunya biaya. Susah-susah gampang mengatur biaya tersebut, mulai dari persiapan sebelum pesta sampai acara selesai. Belum lagi jika dana kita pas-pasan. Namun jika Kita tidak ingin dipusingkan dengan itu, kita bisa menggunakan jasa sebuah WO (wedding organizer). Tentunya setiap WO juga memiliki kelasnya masing-masing, ada yang WO kelas atas, kelas menengah, bahkan kelas bawah pun ada. Tergantung pintar-pintar kita memilih yang cocok dengan hasil yang ingin kita dapatkan.

Namun jika kita cukup memiliki crew/panitia, alangkah baiknya untuk tidak menggunakan jasa WO. Asalkan para panitia yang kita pilih benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kinerjanya. Sebagai contoh, panitia seksi penjaga gentong/tempat angpaw, harus benar-benar dapat mengawasinya meskipun dia tidak harus berada di samping gentong tsb, minimal dia memperhatikan dari kejauhan sampai acara selesai dan mengumpulkannya seluruh gentong tsb untuk diserahkan ke pihak keluarga pengantin. Begitu juga seksi lainya harus memiliki job description masing-masing. Diusahakan tidak memiliki jabatan yang rangkap, karena konsentrasinya akan terbagi apalagi jika tugas-tugasnya tersebut harus dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Berhati-hatilah jika kita akan memilih seorang crew/panitia pesta pernikahan. Kita harus benar-benar memilih orang yang kita percayai dan tahu karakteristiknya, apakah cocok jika kita berikan tugas yang demikian itu.?. Terutama kesanggupan dari orangnya juga, jangan terpaksa. Karena jika kita tidak cermat mengenai hal itu, efektifitas acaranya akan terganggu, biaya bisa membengkak, acara kacau balau dll. Namun tidak usah takut mengenai hal itu, asalkan kita sudah memilih team/panitia yang baik dan terpercaya. Karena, baik oleh WO ataupun panitia yang kita bentuk tentunya kedua-duanya tidak akan 100% sempurna. Selalu ada saja baik dan buruknya.

Supaya dapat mengefektifkan biaya pernikahan, sebaiknya kita menyusun rencana anggaran misal, 55% untuk catering, 15% untuk dekorasi dan gedung, 15% untuk rias dan baju, 10% untuk foto dan video, 5% untuk kartu undangan, keamanan, panitia dll. Tentunya hal ini tidak bersifat baku, tergantung keinginan atau hasil yang sesuai dengan budget yang diharapkan.

~ oleh Edwin K di/pada Mei 28, 2008.

Tinggalkan Balasan